<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Edukasi on Mengenal Aliran Seni</title><link>https://aliranseni.com/categories/edukasi/</link><description>Recent content in Edukasi on Mengenal Aliran Seni</description><generator>Hugo</generator><language>id-ID</language><lastBuildDate>Fri, 02 Jan 2026 10:30:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://aliranseni.com/categories/edukasi/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Keindahan Cahaya dalam Impresionisme: Teknik dan Filosofi</title><link>https://aliranseni.com/posts/seni-impresionisme/</link><pubDate>Fri, 02 Jan 2026 10:30:00 +0700</pubDate><guid>https://aliranseni.com/posts/seni-impresionisme/</guid><description>&lt;p>Impresionisme bukan sekadar aliran seni; ia adalah sebuah revolusi persepsi yang mengubah cara manusia memandang dunia di sekelilingnya. Muncul di Paris pada akhir abad ke-19, gerakan ini menantang konvensi kaku dari &lt;em>Académie des Beaux-Arts&lt;/em> yang saat itu mendominasi dunia seni Prancis. Jika seni klasik berfokus pada detail yang presisi, garis yang tegas, dan narasi sejarah atau mitologi yang agung, Impresionisme justru merayakan hal-hal yang fana: getaran cahaya matahari di atas permukaan air, asap kereta api yang memudar di stasiun, atau keramaian jalanan kota yang bergerak cepat.&lt;/p></description></item></channel></rss>